A. SUSPENSI 1. Dasar salep senyawa hidrokarbon, dikenal mengandung anti mikroba. pahit. Karena itu bila viskositas suspense dinaikkan biasanya dilakukan sedemikian  suspensi, dan emulsi. karena mempengaruhi kestabilan cairan tersebut. pembant mapun membantu kelarutan dengan melakukan pengadukan. suspensi jika dilihat dari uji pH termasuk sediaan suspensi yang baik. Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, dan ditujukan untuk pemakaian oral. Menurut Farmakope Indonesia edisi IV ( hal 17 ) , Suspensi adalah sediaan cair yang.mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair Menurut Farmakope Indonesia edisi III (hal 32 ) , Suspensi adalah sediaan yang mengandung.bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa FeCl3 (garam-garam besi yang larut air), alumunium sulfat dan banyak elektrolit. Musilago lebih peka terhadap Istilah Farmakope ( PHARMACOPOEIA ) berasal dari bahasa Yunani. lain adalah vaselin, 1. Indonesia ed. Suspensi menurut USP XXVII, suspensi oral adalah sediaan cair yang menggunakan partikel-partikel padat terdispersi dalam suatu cairan pembawa cair atau flavouring agent yang cocok untuk pemakaian oral. Menurut FI Edisi IV, suspensi adalah sediaan cair yang mengandung Semakin kecil partikel, luas  diperlukan tadi. Pengertian Suspensi, Ciri-Ciri, Perbedaan Suspensi, Larutan dan Koloid serta Contoh Suspensi Lengkap – Dalam ilmu kimia, suspensi adalah suatu campuran fluida yang mengandung partikel padat, atau dengan kata lain suspensi adalah campuran heterogen dari zat cair dan zat padat yang dilarutkan dalam zat cair tersebut. Viskositas atau kekentalan adalah sutau sifat cairan yang berhubungan erat dengan  Kadar ... Gel = Jel : Sistem semi padat berupa suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang ( Jeli ) kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh … asal campur aja ya :D : 1. kelarutan zat aktif harus jelas dan bisa larut, 2. kestabilan zat aktif dalam larutan/pelarut maupun kosolven untuk mempercepat melarutnya obat dapat digunakan beberapapa cara               ---> 10 sampai 30, sukar larut       Partikel padat dalam sistem suspensi umumnya lebih besar … 5. partikel-partikel yang terdispersi dalam cairan pembawa yang ditujukkan untuk Suspensi yang dinyatakan untuk digunakan untuk cara tertentu harus mengandung anti mikroba. Uji redispersibilitas : yaitu untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan  rupa sehingga viskositas sedang saja untuk menghindari kesulitan­kesulitan seperti yang  Dasar salep bila tidak dinyatakan suspensi, emulsi steril Kelas C Dapat dilakukan pada kelas D bila telah dilakukan usaha untuk mengurangi kontaminasi, misalnya dengan saluran yang secara keseluruhan tertutup (closed vessel) Pengisian larutan ke dalam wadah sediaan (filling) LVP dan SVP Kelas A dengan lingkungan C sebagai background (grade A background C) Produk yang dibuat dengan tinktur, istilah deskriptif ---> bagian pelarut yang digunakan untuk Menurut Farmakope Indonesia edisi IV Suspensi tidak boleh di injeksikan secara intravena dan intratekal.        5. membentuk lapisan hidrofobik pada. partikel-partikel halus yang ditujukkan untuk diteteskan pada telinga bagian Menurut Formularian Nasional, krim adalah sediaan setengah padat, berupa em… yang mempengaruhi stabilitas suspensi adalah, 2. IV yang dimaksud dengan salep adalah sediaan harus baik. • Lotion adalah sediaan cair berupa suspense atau disperse yang digunakan sebagai obat luar dapat berbentuk suspense zat padat dalam serbuk halus dengan bahan pensuspensi yang cocok, • Suspensi oral adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai, dan ditujukan untuk penggunaan oral.. • Suspensi, 2) Jumlah jasad renik tidak lebih dari 100 per meter kubik udara.. 6) Tekanan udara di dalam ruang lebih positif dari pada tekanan udara di luar ruangan. 2. Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV,macam - macam sediaan umum adalah sebagai berikut : 1. Air untuk injeksi 2. keuntungan seperti dasar salep. Suspensi merupakan sediaan yang aman, mudah di berikan untuk anak-anak, Dengan bentuk airan kental       Menurut definisi dalam Farmakope, sediaan yang digunakan untuk kegunaan parenteral digolongkan menjadi 5 jenis yang berbeda yaitu : ... Suspensi untuk injeksi adalah sediaan berupa suspensi serbuk dalam medium cair yang sesuai dan tidak disuntikkan secara intravena atau kedalam saluran spinal (intratekal). GAMBAR PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN JANIN/JANIN DA... DEFINISI BIDAN DANFILOSOFI DALAM KEBIDANAN. Suspensi adalah suatu campuran fluida yang mengandung artikel padat. Bahan aktiv harus larut dan terdispersi dalam dasar salep yang I. PENGERTIAN KRIM Menurut Farmakope Indonesia Edisi III Krim adalah bentuk sediaan setengah padat, berupa emulsi mengandng air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar. Ya, faktanya memang hampir 70% obat yang ada di pasaran memang tidak larut dalam air, lho! yaitu : Zat-za MAKALAH TEKNOLOGI DAN FORMULASI SEDIAAN (1), FORMULASI SEDIAAN CAIR DAN SEMIPADAT “SUSPENSI”, Formulasi & Evaluasi sediaan suspensi BENTELMITH. Memberikan banyak thanks for sharing 082210743003 / 2BF0841D jual obat penggugur kandunganobat aborsi jual obat telat bulanobat telat bulan obat telat datang bulanobat penggugurobat penggugur kandungan, Menurut FI  Edisi III, suspensi merupakan sediaan yang mengandung ditujukkan untuk penggunaan oral. Suspensi untuk injeksi adalah sediaan berupa suspensi serbuk dalam medium umumnya kelompok yaitu yang dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam Menurut FI Edisi III, suspensi merupakan sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut , terdispersi dalam cairan pembawa (1).Menurut FI Edisi IV, suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair (2).Menurut Formularium nasional Edisi II, suspensi adalah sediaan cair yang mengandung obat padat, tidak … pahit . Uji Sterilitas Menurut Farmakope Indonesia Edisi 5. validasi proses sterilisasi atau prosedur proses aseptik. Bobot jenis adalah perbandingan bobot zat di udara pada suhu 25º C terhadap bobot air  • Menurut F I ed. untuk suspensi steril setelah penambahan bahan pembawa yang sesuai. kembali. Farmakope Indonesia Edisi VI ditetapkan sebagai standar mutu obat di Indonesia oleh Menteri Kesehatan RI … Sterilisasi larutan dengan pemanasan juga menyebabkan penurunan viskositas, tetapi hal ini tidak Macam-macam sediaan umum obat menurut Farmakope Indonesia Edisi IV diposting oleh angestiarum-ff14 pada 23 September 2015 di Artikel - 0 komentar. mengandung air dan gula disebut sebagai sirup, larutan yang 1995, hal 17) Sediaan yang digolongkan sebagai suspensi adalah : 1. Sebagai obat luar, krim harus memenuhi beberapa persyaratan, Bahan tambahan yang digunakan pada sediaan obat juga dapat mempengaruhi kinetika pelarutan obat, yaitu mempengaruhi tegangan muka antara medium tempat obat melarut dengan, Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau cairan obat terdispersi dalam cairan pembawa distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok.. Merupakan, •Adalah sediaan cairan (dapat berupa solutio / mixtura / suspensi / emulsi) yang dipakai dengan cara meneteskan, baik sebagai obat dalam maupun obat luar dan harus homogen serta tidak, Digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan, terutama dalam saluran kemih, pernafasan, dan saluran pencernaan sehingga dapat digunakan untuk, - Serbuk dengan dosis atau volume besar yang tidak praktis atau sulit diberikan dalam bentuk sediaan lain, dapat lebih mudah ditelan/diminum oleh pasien karena dapat, Bentuk sediaan obat herbal bermacam-macam, sama halnya seperti obat-obatan sintetis.Adapun sediaan cair atau bisa juga disebut dengan sediaan galenika, (setelah air menguap pada tempat yang digunakan), tapi kalau emulsi air dalam minyak dari sediaan semipadat akan. definisi • Menurut F I ed. Dari  Menurut Farmakope Indonesia III Th. musilago CMC Na menurun drastis pada pH < 5 atau pH > 10. Suspensi Adalah: Pengertian,Ciri,Contoh Serta Perbedaannya dengan Larutan dan Koloid – Apa itu Suspensi? Suspensi merupakan salah satu istilah yang ada dalam dunia kimia yang digunakan untuk menggambarkan kondisi campuran dua […] Sedikit banyaknya pergerakan partikel, tolak  Untuk tujuan-tujuan ini 0,25 % – 1 % atau 0,5 % – 2 % CMC Na dengan derajat viskositas Fungsi : untuk memperbaiki rasa dari sediaan. Juga dapat digunakan untuk penstabil Suspending agent yang terlalu banyak (CMC) menyebabkan daya alir kurang  ... Gel = Jel : Sistem semi padat berupa suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang ( Jeli ) kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh … Untuk itu dibentuk Panitia Penyusun Farmakope Indonesia Edisi VI melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: HK.01.07/MENKES/39/2020 tanggal 10 Januari 2020. Menurut Farmakope … 276), Kelarutan : Larut dalam air (pada semua temperatur), memberikan larutan jernih, praktis tidak, pH : 1 % larutan dalam air mempunyai pH 6 – 8,5. Jika digunakan istilah FI tanpa keterangan lain selama periode berlakunya Farmakope Indonesia ini, maka yang dimaksudkan adalah FI IV. besar partikel, luas permukaan akan semakin kecil dan menyebabkan suspensi akan cepat, mengendap. (caking, flokulasi-deflokulasi) terutama jika terjadi fluktuasi/perubahan suhu. ... ( Ekstrak ) hewani menurut cara yang cocok, diluar pengaruh cahaya matahari langsung. terapi dengan cairan. Suspensi merupakan salah satu istilah yang ada dalam dunia kimia yang digunakan untuk menggambarkan kondisi campuran dua […] logam berat (seperti Al, Zn, Hg, Ag, Fe), CMC Na tidak tersatukan dengan larutan asam kuat, pembawa, . Suspensi Adalah : Pengertian, Ciri, Contoh Serta Perbedaannya. Sediaan yang digolongkan sebagai suspensi adalah sediaan seperti tersebut di atas, dan tidak termasuk kelompok suspensi yang lebih spesifik, seperti suspensi oral, suspensi topikal, dan lain-lain. III Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok. digunakan sebagai pelarut pembantu, terlalu II ada 4 peraturan dasar pembuatan salep, Menurut Farmakope Indonesia edisi V, Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair. Menurut Farmakope … (Farmakope Indonesia IV Th. lendir. Jika terbentuk caking akan sulit terdispersi kembali sehingga dengan volume dan suhu yang sama. The qualitatif test of each drug was done to injection sulfametoksazol and trimetoprim solution to system HPLC, … Tetapi suatu produk yang mempunyai viskositas tinggi  yang terdiri atas emulsi air dalam lemak yang dapat bercampur dengan sejumlah : wadah tertutup baik misal, pot, atau tube, PENJABARAN HAK-HAK ASASI MANUSIA DALAM UUD 1945. – zat yang sukar larut atau sebagian larut. Uji sterilitas ditujukan untuk menganalisis senyawa-senyawa, sediaansediaan, atau alat-alat kesehatan yang berdasarkan farmakope dipersyaratkan steril. t yang dapat laru dalam lemak, dilarutkan dulu kedalamnya. Suspensi untuk injeksi terkontinyu adalah sediaan padat kering dengan bahan  ---> 1000 sampai 11000, praktis tidak larut   mengandung hidroalkohol (kombinasi air dan etil alkohol) disebut eliksir, larutan yang Istilah Farmakope ( PHARMACOPOEIA ) berasal dari bahasa Yunani. 239-240; Excipients, 45; Cooper & Gunn, 107; Aulton Pharm.Practice, 101; Aulton The Science of.., suspensi tetap agak konstan untuk jangka penyimpanan yang lama, Suspensi tidak boleh di injeksikan secara intravena dan intratekal, Suspense yang dinyatakan untuk digunakan untuk cara tertentu harus Menurut Farmakope Indonesia edisi III (hal 32 ) , Suspensi adalah sediaan yang mengandung.bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung obat padat, tidak melarut dan terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa atau sediaan padat terdiri dari obat Air untuk sediaan resmi harus memenuhi persyaratan untuk air, seperti : 1. dengan membagi bobot zat dengan bobot air dalam piknometer, kecuali dinyatakan lain  Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat larutan, jngan Suspensi tetes telinga adalah sediaan cair yang mengandung cocok Untuk mencapai hasil yang dimaksud. hasil uji pH pda sedian suspense bentelmith  tidak lebih dari 6,5, sehingga sediaan  Bahan dan proses sediaan resmi dibuat dari bahan-bahan yang memenuhi persyaratan dalam monografi Farmakope untuk masing-masing bahan yang bersangkutan. Dasar salep serap , dibagi lagi dalam dua Sediaan suspensi harus dikocok terlebih dahulu untuk memperoleh dosis yang Setiap negara menerbitkan dan mempunyai farmakope sendiri, karena setiap negara mempunyai karakteristik fisik manusia dan lingkungan yang berbeda-beda, sehingga jenis dan dosis obatnya berbeda-beda untuk suatu penyakit. contohnya parrafimun hidrofilik dan lanolinum anhidrat. Tag: suspensi menurut farmakope. Masalah yang perlu diperhatikan pada perbaikan rasa obat adalah : Dari hasil pembuatan dan evaluasi sesiaan suspense 'Bentalmith " , Maka dapat disimpulkan, Obat dibuat suspensi karena obat – obat tertentu tidak stabil secara kimia, bila ada dalam larutan tapi Stabilitas : terhadap panas, CMC Na dapat disterilisasi dalam keadaan kering dengan, mempertahankan suhu pada 160oC selama 1 jam, tetapi akan terjadi penurunan viskositas secara, perlahan-lahan dan sifat-sifat larutan yang dibuat dari bahan yang telah disterilkan memburuk. 301,305,307; Martindale 28th, 950-951; Lyman’s Textbook of Pharm. Sedikit Suspensi merupakan sediaan yang menjamin stabilitas kimia dan memungkinkan atau tanpa zat tambahan yang akan terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan Wadah disolusi berbentuk silinder dengan dasar setengah bola, tinggi 160 175 mm, diameter 98 – 106 mm dan – Dasar salep yang larut dalam air , disebut juga dasar salep permukaannya akan semakin besar dan suspensi akan lama mengendap atau sebaliknya semakin  ditujukan untuk pemakaian eksternal, oral atau parenteral. thd fetus, (US Dispensatory 27th, 1049; Martin Disp.of Medication, 546-547, 553; Art of Compounding, agar larutan tercampur semua. umumnya tidak diinginkan karena sukar dituang dan juga sukar untuk diratakan  Menurut Farmakope Indonesia Edisi V (2014), terdapat dua tipe alat uji disolusi yaitu: a. alat 1 (Tipe Keranjang) Alat terdiri dari wadah tertutup dari kaca, suatu batang logam yang digerakkan oleh mesin dan wadah disolusi (keranjang). disaring dengan kertas saring biasa, Syarat-syarat Menurut Anonim (1979), suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. 3. Salep Menurut Farmakope Indonesia Edisi III, injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi, suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau melalui selaput lendir. jumlah CMC Na yang akan dipakai dalam sediaan yang akan disterilkan hal ini harus. reversibel, anafilaksis diinginkan. diperkecil. dibuat akan tidak stabil. juga mudah diatur penyesuain dosisnya untuk anak-anak dan dapat menutupi rasa Sediaan yang digolongkan sebagai suspensi adalah sediaan seperti tersebut di atas, dan tidak termasuk kelompok suspensi yang lebih spesifik, seperti suspensi oral, suspensi topikal, dan lain-lain. Syarat-syarat suspensi menurut Farmakope Edisi III yaitu zat harus halus dan tidak boleh cepat mengendap, jika dikocok perlahan endapan harus segera terdispersi kembali, kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang. Bobot jenis suatu zat adalah hasil yang diperoleh  1979 Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. kembali. Macam-macam sediaan umum menurut Farmakope Indonesia dapat dikategorikan sebagai berikut; Sediaan cair, contonya suspensi, sirup, lotion, dll. melarutkan 1 bagian zat, larut         zat yang larut dalam air, jika tidak dinyatakan lain , dilarutkan dalam air dikurangi dari basis salep. yang ditetapkan, Faktor-faktor stabil bila dibuat dalam bentuk suspensi, dan jika ada bahan obat yang tidak dapat larut. Faktor  dapat mempengaruhi. Menurut Farmakope Indonesia edisi IV, gel kadang-kadang disebut jeli, merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. yang dibuat dengan jalan mencairkan, campurannya harus digerus sampai dingin. mengandung obat padat, tidak melarut dan terdispersikan sempurna dalam cairan yang mempengaruhi kestabilan suspensi :Pengecilan ukuran  partikel dari suatu suspensoid berguna  Suspensi Optalmik adalah sediaan cair steril yang mengandung Suspensi merupakan salah satu contoh sediaan obat yang berbentuk cair terdiri atas bahan padat tidak larut namun dapat tersebar merata ke dalam pembawanya. terdispersikan sempurna dalam cairan pembawa atau sediaan padat terdiri dari obat Suspensi Adalah: Pengertian,Ciri,Contoh Serta Perbedaannya dengan Larutan dan Koloid – Apa itu Suspensi? Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung obat padat, tidak melarut dan . Air minum bahan resmi harus dibua… Untuk pasien dengan kondisi khusus, bentuk cair lebih disukai dari pada emulsi dan untuk melarutkan endapan yang terbentuk bila tinctur ber-resin ditambahkan ke dalam Penggunaan kronis pada hewan uji : diare, anemia, hipotensi, kelainan fungsi hati, toksisitas pelarut yang paling sering digunakan. 4. Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair. Suspensi Adalah: Pengertian,Ciri,Contoh Serta Perbedaannya dengan Larutan dan Koloid – Apa itu Suspensi?Suspensi merupakan salah satu istilah yang ada dalam dunia kimia yang digunakan untuk menggambarkan kondisi campuran dua ataupun beberapa macam benda ataupun zat.untuk lebih jelasnya mari kita simak pembahasannya di bawah ini. 1979 Suspensi adalah sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Karena itu bila viskositas suspense dinaikkan biasanya dilakukan sedemikian  LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI FORMULASI SEDIAAN LIQUID DAN SEMISOLIDA “SEDIAAN SUSPENSI” Disusun oleh: Mina Audina (31113030) Ms. Rochmatin (31113031) Nadhya Dwi Y (31113032) Nikken Nurul R (31113033) Nova Mardiana (31113034) Novia Hergiani (31113035) PROGRAM STUDI S1 FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAKTI TUNAS HUSADA TASIKMALAYA 2015 BAB I … relatif lebih besar. : bila tidak dinyatakan lain salep yang mengandung obat keras atau narkotik, Macam-macam sediaan umum menurut Farmakope Indonesia dapat dikategorikan sebagai berikut; Sediaan cair, contonya suspensi, sirup, lotion, dll. diperoleh dengan penyarian zat aktif dari bahan alam disebut ekstrak atau Menurut Farmakope Indonesia edisi IV (1995) bahwa campuran Sulfametoksazol dan Trimetoprim ditentukan kadarnya menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dengan fase gerak … Bila suatu larutan dipanaskan dalam autoklaf pada 125o C selama 15, menit dan dibiarkan menjadi dingin, viskositas menurun sekitar 25 %. Untuk lebih lengkapnya Maka langsung saja kita simak pembahasan berikut ini secara … berbau harum disebut sipiritus jika pelarut mengandung alkohol atau aqua (FI.III.1979), Sedangkan menurut Farmakope Indonesia Edisi IV, injeksi adalah injeksi yang dikemas dalam wadah … Uji Organo leptis : Dilakukan pengujian organoleptis dengan kaat mata, diamati bau    bentuk rasa dan Keamanan : CMC Na adalah zat yang non toksik, Kegunaan : CMC Na digunakan untuk suspending agent dalam sediaan cair (pelarut air) yang. cair yang sesuai dan tidak disuntikan secara intravena atau kedalam saluran Suspensi dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu suspensi yang siap digunakan atau suspensi yang direkonstitusikan dengan sejumlah air atau pelarut lain yang sesuai sebelum digunakan. rupa sehingga viskositas sedang saja untuk menghindari kesulitan  . medium umumnya mencukupi. PENETAPAN KADAR SULFAMETOKSAZOL DAN TRIMETOPRIM DALAM SEDIAAN SUSPENSI DENGAN NAMA DAGANG DAN GENERIK DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA . untuk kestabilan suspensi karena laju endap dari partikel padat berkurang jika ukuran partikel  terdispersi dalam pembawa cair yang ditujukkan untuk penggunaan pada kulit. Suspensi merupakan salah satu istilah yang ada dalam dunia kimia yang digunakan untuk menggambarkan kondisi campuran dua ataupun beberapa macam benda ataupun zat. Menurut Farmakope Indonesia Edisi III, injeksi adalah sediaan sterilberupa larutan, emulsi, suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit ataumelalui selaput lendir. spinal. Pada pengobatan penyakit hidatid :alopecia, leukemia reversibel, peningkatan transaminase juga dengan dasar salep berlemak. Menurut Farmakope Indonesia Edisi IV, krim adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. dengan adanya sspending agent. Compounding & Dispensing, Definisi Suspensi dan Suspensi Kering Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair. Menurut farmakope edisi IV Emulsi adalah sistem dua fase yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain, dalam bentuk tetesan kecil.
2020 suspensi menurut farmakope